Mesjid Jami Nurul Jamal berlokasi di Kalisalak, KecamatanLimpung, Batang, Jawa Tengah, dibangun sekitar abad ke 17 oleh seorang Syekh Muhammad Qidam, ulama dari Sumedang, Jawa Barat, beliau adalah keluarga dari keraton Sumedang Larang, cicit dari Prabu Geusan Ulun, yang menarik tiang kayu mesjid ini terdiri dari 4 yang masih asli, terlihat masih kokok, berikut silsilahnya
1. Pangeran Santri, berputra
2. Prabu Geusan Ulun, berputra
3. Pangeran Rangga Gede, berputra
4. R. Singamanggala, berputra
5. Nyimas Ante, berputra
6. Kiai Muhammad Sajid, berputra
7. Syekh Qidam
menurut silsilah Pangeran Kornel adalah sebagai berikut
1. Pangeran Santri, berputra
2. Prabu Geusan Ulun, berputra
3. Pangeran Rangga Gede berputra
4. R Gempol II/Kusumah Dinata V berputra
5 R Gempol III/Kusumah Dinata VI berputra
6. Adipati TanuMadja/Rangga Gempol IV berputri
7. Istri Raja Ningrat nikah dengan Surianegara (bupati Limbangan), berputra
7.1. Surianegara II
7.1.1. Pangeran Kornel
7.2. Aria Suriala I, berputra
7.2.2. Adipati Aria Suriala II/Raden Ema, berputra
7.2.2.1. Tumenggung Candramenggala, berputra
7.2.2.2. Tumenggung Aria Suryamenggala nikah Ray Gandamirah (cucu Pangeran Diponegoro)
artinya Syekh Qidam adalah masih terhitung kakek dari Pangeran Kornel. Selain makam Syekh Qidam di kalisalak juga ada makam Syekh Ibrahim, anak dari Syekh Qidam, lalu ada makam Habib Umar bin Yahya, yang merupakan murid Syekh Ibrahim, tidak jauh dari lokasi ini ada mesium Syekh Rifai ulama yang telah diangkat menjadi pahlawan nasional, yang merupakan bekas pesantren beliau, Generasi pertama penyebar agama islam di Limpung adalah Syekh Qidam, dilanjut anaknya yaitu Syekh Ibrahim, kemudian Habib Umar Yahya, diteruskan oleh Syekh Rifai.
.jpeg)
.jpeg)

No comments:
Post a Comment